Adli Lubna Athalla:kelas 8D:Apa itu gamelan Degung ?


 Gamelan Sunda atau Degung adalah ansambel musik tradisional asal Jawa Barat. Terdiri dari suling degung, rebab, kecapi, bonang, kulanter, jengglong, saron, gambang, panerus, gong, dan kendang. Penambahan suling, kendang dan rebab dikarenakan adanya kebutuhan musikal. Dibandingkan Gamelan Jawa yang memilki tempo lebih lambat, dan Gamelan Bali yang lebih dinamis, suara mendayu-dayu dari alat musik suling dan rebab yang lebih mendominasi dari gamelan menjadi ciri khas Gamelan Sunda. Kata Degung untuk menyebut Gamelan Sunda konon berasal dari kata Ratu-agung atau Tumenggung, karena masa itu Gamelan Degung sangat digemari oleh para pejabat, misalnya bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusuma yang sangat menggemari Degung.


Gamelan Sunda diperkirakan mulai berkembang sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke 19. Dalam buku Jaap Kunst yang berjudul Toonkunst van Java (1934), saat itu tercatat ada 15 perangkat gamelan yang tersebar di seluruh pulau Jawa, termasuk 5 perangkat yang berada di Bandung. Tidak ada literatur yang dapat menerangkan secara pasti kapan gamelan masuk ke tanah Sunda. Naskah Sang Hyang Siksa Kanda Ng Karesian, menyebutkan bahwa gamelan mulai masuk ke tanah Sunda sekitar abad ke 16. Dalam perkembangannya Gamelan Sunda mengalami perubahan seperti penambahan nyanyian dalam permainannya. Hal itu ternyata sempat dilarang oleh Bupati Cianjur RT Wiranatakusumah V (1912-1920), karena menurutnya dapat menghilangkan esensi keheningan serta menjadi kurang khidmat.

Ada tiga jenis gamelan di tanah Sunda, yaitu gamelan renteng, gamelan salendro atau pelog, dan gamelan ketuk tilu. Gamelan salendro biasanya digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari-tarian, serta kliningan. Gamelan salendro menjadi gamelan yang paling populer di antara jenis gamelan lainnya, karena merupakan gamelan yang paling sering digunakan dalam berkesenian. Gamelan renteng berkembang di beberapa tempat, salah satunya di Batu Karut, Cikalong. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kemungkinan besar gamelan sunda yang sekarang berkembang bermula dari gamelan renteng. Gamelan ketuk tilu biasanya digunakan sebagai musik pengiring ketuk tilu, ronggeng gunung, ronggeng ketuk, doger, dan topeng banjet.


Adli Lubna Athallah Kelas 8D Absen 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini